Pesona Ipin Upin

Dalam beberapa bulan ini, dunia perfilman Indonesia dimasuki oleh film produksi negeri Jiran Malaysia. Film 3D ini tidak hanya dinikmati oleh anak-anak saja, namun juga oleh remaja dan orang dewasa. Bagaimana tidak, film ini lucu dan menggunakan bahasa Melayu yang dapat dikatakan “kita banget” (mirip2 dikit la…). Ada sedikit rasa kebanggaan film ini dikarenakan adanya kebosanan dengan film produksi barat maupun Jepang yang sudah lebih dahulu merajai dunia film untuk anak-anak. Ya paling tidak kita bisa mengatakan, orang Melayu juga bisa bikin film 3D.
Walaupun begitu tetap saja masih ada kekecewaan berat, kenapa bukan film Indonesia yang seperti itu. Saya rasa animator-animator Indonesia tidak kalah hebatnya dengan mereka. Tentunya yang menjadi permasalahan, jika animator Indonesia membuat film 3D berciri-khaskan Indonesia (Gatot Kaca misalkan), apakah akan laku dibeli oleh Stasiun Televisi. Stasiun televisi yang ada di Indonesia lebih tertarik pada film-film produksi barat maupun Jepang. Dan ironisnya, mereka juga lebih tertarik untuk menayangkan sinetron-sinetron yang diperankan oleh anak-anak dengan adegan-adegan yang penuh kekerasan, perkataan kasar, maupun perbuatan buruk lainnya yang seharusnya tidak dipertontonkan untuk anak-anak. Padahal media televisi merupakan sarana yang sangat efektif untuk mempengaruhi anak-anak.
Jadi jangan heran jika seandainya sikap dan perilaku anak-anak Indonesia sudah mulai menyimpang dari yang diharapkan…(ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: